waktu aqiqah menurut sunnah

waktu aqiqah menurut sunnah

Waktu Aqiqah Menurut Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

Waktu aqiqah yang paling utama ada tiga, yaitu:

1. Hari ke-7
2. Hari ke-14
3. Hari ke-21

Seorang ayah yang dikaruniai anak, dituntun dalam Islam melaksanakan aqiqah pada hari ketujuh atau hari keempatbelas atau di hari keduapuluhsatu.

Adapun dasar pelaksanaan waktu pelaksanaan aqiqah ini diambil dari hadits sahabat Buraidah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “‘Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau hari keempat belas atau hari kedua puluh satu.” Shahih, al-Baihaqi (IX/303).

Dan Kenapa Harus Memilih Aqiqah Buana – Pati?

Kami lebih memilih untuk menyembelih dan sekaligus mengolah dan memasak kambing dengan ketentuan:

1. Dua Ekor Kambing untuk seorang anak laki-laki yang dilahirkan.

2. Satu Ekor Kambing untuk seorang anak perempuan yang dilahirkan.

Ketentuan di atas didasarkan dari hadits istri Nabi, ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami menyembelih dua ekor kambing ‘aqiqah untuk seorang anak laki-laki dan satu ekor kambing ‘aqiqah untuk seorang anak perempuan. Hadits ini terdapat pada Shahih Sunan Ibni Majah (no. 2561)

Begitu pula untuk waktu penyembelihan, kami persilakan Anda memilih waktu penyembelihan kambing yang sesuai dengan hadits Nabi. Mau pada tujuh, empat belas atau di dua puluh satu harinya. Silakan.

Tapi, bagaimana jika sang anak sudah beranjak baligh ataupun dewasa?

1. Aqiqah hukumnya sunah muakkad (ditekankan), inilah menurut pendapat yang lebih kuat. Dan yang mendapatkan perintah aqiqah adalah bapak atau ayahnya. Karena itu, tidak wajib bagi ibunya atau anak yang diaqiqahi untuk menunaikannya.

Akan tetapi jika Aqiqah belum ditunaikan, sunnah aqiqah tidak lantas gugur, meskipun si anak sudah baligh. Apabila seorang bapak sudah mampu untuk melaksanakan aqiqah, maka ayah atau bapaknya tersebut dianjurkan untuk memberikan aqiqah bagi anaknya yang belum sampai diaqiqahi.

2. Namun, ada juga pertanyaan: Jika ada anak yang belum diaqiqahi bapaknya, maka apakah si anak dibolehkan untuk mengaqiqahi diri sendiri?
Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Pendapat yang lebih kuat, si anak dianjurkan untuk melakukan aqiqah.
Akan tetapi Ibnu Qudamah mengatakan, “Jika dia belum diaqiqahi sama sekali, kemudian sudah baligh dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengaqiqahi dirinya sendiri.”

Pernah Imam Ahmad ditanya tentang masalah ini, maka beliau menjawab, “Itu adalah kewajiban orang tua, artinya tidak wajib mengaqiqahi diri sendiri. Karena yang lebih sesuai sunnah adalah dibebankan kepada orang lain” (yaitu bapak).

Sementara Imam Atha dan Hasan Al-Bashri mengatakan, “Dia boleh mengaqiqahi diri sendiri, karena aqiqah itu dianjurkan baginya, dan dia tergadaikan dengan aqiqahnya. Karena itu, dia dianjurkan untuk membebaskan dirinya.”

 

Kami Jasa Aqiqah “Buana” Pati berusaha untuk mengoptimalkan diri menyembelih dengan cara-cara yang disyari’atkan, dengan waktu yang ditentukan kesesuaiannya, dan dengan jumlah ekor kambing mengikuti jenis kelamin buah hati yang lahir. Dua ekor kambing untuk seorang anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk seorang anak perempuan. Dengan mengikuti pelaksanaan aqiqah yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, diharapkan aqiqah yang Anda laksanakan mendapatkan barokah, rahmat serta pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Untuk sajian menu aqiqah, kami telah menyiapkan berbagai menu yang terbaik. Untuk jumlah porsi kami fleksibel dengan menyesuaikan jumlah kambing yang dipotong dan sesuai besaran ukurannya. Insya Allah semoga kami bisa selalu menjaga amanah ini. Barokah dunia-akhirat untuk Anda dan barokah dunia-akhirat untuk kami.

Dapatkan info menarik tiap harinya
di status wa kami : 085727675700

%d blogger menyukai ini: